MIMIKRI




Perubahan lingkungan alam dari ekstrim menuju yang paling potensial untuk dapat ditinggali memakan proses waktu yang begitu lama bagi organisme dan makhluk hidup. Perubahan suhu, curah hujan, kadar oksigen dan rona kimia tanah dari zaman ke zaman hingga tingkat atmosfer langit di percayai paling mempengaruhi daya evolusi dan perubahan karakter bumi.

Evolusi dari tingkat paling substansial organel sel sampai perubahan bentuk dan warna tubuh merupakan bias dari adaptasi terhadap lingkungan yang berubah-ubah. Oleh karena itu menjadikan terbentuknya berbagai varian jenis makhluk hidup yang dapat bertahan di lingkungan.

Dalam biologi evolusioner, berbagai adaptasi ditemukan pada hewan dan tumbuhan dialam. Konsep mimikri salah satunya yang memiliki karakter dapat meniru tubuh terhadap objek lingkungan tempat ia tumbuh dan hidup. Biasanya mimikri mampu menyerupai suatu spesies sebagai salah satu cara menghindari bahaya, misalnya bila berhadapan dengan predator atau pemangsa.

Bunglon (Calote) memiliki karakter mimikri yang dapat dengan meniru dan atau mengubah warna pigmen kulitnya terhadap warna objek lingkungan sekitar. Adapun serangga belalang daun menyerupai daun hijau atau kering pada sayap dan warna tubuhnya untuk bekamuflase terhadap predator pengganggu. 

Kupu-kupu owl (papilinoidea) atau caligo memiliki sayap dengan motif warna menyerupai mata burung hantu jika direntangkan, adapun ngengat ulat gajah (Attacus atlas) memiliki bentuk tubuh yang menyerupai ular kecil sehingga predator enggan mendekat. Tujuan itu semua adalah adaptasi terhadap perubahan lingkungan dan proses ini tidak serta merta muncul dialam. Perubahan struktur tubuh dari masa ke masa dalam menghadapi rona zaman merupakan kumpulan dari berbagai potensi-potensi ilmiah yang mereduksi dan atau bekembang dengan sendirinya terhadap tekanan dan perubahan lingkungan.


By rino pratama hadi

Comments

Popular posts from this blog

Mr. Caffein

Kratom (Purik) Mitragyna speciosa

BUNGUR