Benang Laba-laba





Informasi ilmiah mengenai preferensi atau pola makan laba-laba masih sangat sedikit. Riset terkait pakan dan nutrisi yang diperlukan laba-laba untuk memproduksi sutra berkualitas baik masih perlu untuk dikaji. Beberapa potensi unik laba-laba pada substansi penyusun benang sutra maupun racun, menjadikannya dibudidaya untuk keperluan berbagai bidang dan industri.

Sutra laba-laba merupakan benang filamen protein yang terbentuk secara alami oleh laba-laba. Benang organik ini berguna untuk membantu pergerakan laba-laba, berayun dari satu tempat ke tempat lain, menjerat mangsa, membuat kantung telur, melindungi sarang betina, dan sebagai penyimpanan telur maupun mangsa.

Baru-baru ini serat sutra dari laba-laba secara bertahap semakin penting untuk digunakan dalam material komposit karena sifat mekanisnya yang luar biasa. Benang organik ini digunakan untuk berbagai penggunaan di bidang kedokteran, pertahanan, dan biorekayasa karena kombinasi kualitasnya yang kompatibel dan elastis. 

Hasil penelitian menunjukkan biopolimer laba-laba mengungguli serat sintetis yang terbuat dari poliester atau poliamida karena kekuatan tarik dan elastisitasnya. Dalam hal kekuatannya, sutra laba-laba sekitar lima kali lebih kuat daripada baja, lebih tipis dibandingkan dengan rambut manusia, lebih kuat dibandingkan dengan bahan sintetis lain serta dapat mudah terurai. Benang laba-laba lebih tahan air daripada sutra ulat sutra dan dapat menahan tiga kali gaya total benturan dibandingkan dengan Kevlar tanpa putus. 

Studi awal mengenai pengaruh jenis pakan laba-laba terhadap kualitas benang bermula dari beberapa kejadian tidak sengaja di lapangan. Paparan zat kimia seperti kafein, marijuana, Benzedrine dan Kloral Hidrat diketahui mempengaruhi kualitas, elastisitas, bentuk dan morfologi benang yang dihasilkan laba-laba yang terpapar. Adapun eksperimen lain yang dilakukan University of Trento Italia menyemprotkan laba-laba dengan campuran air dan jenis karbon nanotube dan lempeng graphene menunjukkan spesies Pholcidae yang di uji memiliki serat benang yang baik daripada benang Kevlar (benang yang digunakan bahan baku pakaian anti peluru).

Saat ini, industri-industri masih menggunakan bahan baku material serat sintetis berupa kevlar, kaca, dan karbon untuk memproduksi sparepart daripada mobil, pakaian, dan produk-produk lainnya. Ketiga bahan ini diketahui memiliki biaya produksi yang mahal, sehingga efesiensi produksi dan dalam upaya memenuhi pengurangan emisi karbon, langkah-langkah penting berupa penggunaan bahan alternatif dan ramah lingkungan seperti serat alami dari laba-laba ini potensi untuk dikembangkan.


By Rino Pratama Hadi

Referensi dan artikel unik lainnya!

https://nationalgeographic.grid.id/read/13298871/serat-benang-laba-laba-sekuat-bahan-rompi-antipeluruh

ttps://www.tempo.co/sains/penelitian-baru-ungkap-protein-penyebab-kuatnya-jaring-laba-laba-722859

https://www.miragenews.com/nasas-experiment-with-spiders-mind-altering-996703/

warstek.com

Comments

Popular posts from this blog

Mr. Caffein

Kratom (Purik) Mitragyna speciosa

BUNGUR