KOMIK DAN SASTRA GAMBAR

2025 PUBLISHER PERIODE 1,
KAPUASSTATION 




Komik atau Cergam (cerita bergambar) adalah gambar-gambar dan lambang-lambang yang tersusun berdekatan atau bersebelahan dalam urutan tertentu pada suatu bagan maupun cerita, yangmana bertujuan untuk memberikan informasi sesuatu kejadian, fenomena, kisah, fakta, sejarah dan sebagainya dalam mencapai tanggapan estetis dari para pembacanya.

Komik disebut juga sebagai sastra gambar, menjadikannya sebagai salah satu bentuk komunikasi visual yang berguna untuk menyampaikan informasi dan memiliki kelebihan berupa mudah dimengerti. Adanya kolaborasi antara gambar, teks bernuansa warna, dan pesan yang dirangkai sedemikian rupa membentuk alur cerita yang menarik.

Sejarah komik telah mengikuti jalur yang berbeda pada budaya yang berbeda. Pada pertengahan abad ke-20, komik tumbuh subur khususnya di Amerika Serikat, Eropa Barat (Prancis dan Belgia), dan Jepang. Sejarah komik Eropa sering ditelusuri ke strip kartun Rodolphe Töpffer pada tahun 1830-an, dan menjadi populer setelah keberhasilan strip tahun 1930-an dan buku-buku seperti The Adventures of Tintin.

Di Jepang komik dinamai sebagai manga atau novel grafik. Komik atau manga telah banyak dibaca orang-orang berbagai usia dan kalangan karena mencakup berbagai genre dan topik menarik diantaranya; petualangan, bisnis, horor, misteri, romance, sejarah, fiksi ilmiah dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Sejak tahun 1950 an, manga telah menjadi bagian utama dari industri penerbitan di Jepang dan mampu mencapai keuntungan negara dengan nilai >7 miliar dolar.


(ww6.readdrstone.com)


Negara Indonesia khususnya di Bali, Komik Dampati Lelangon atau Dharma Lelangon sudah ada dan dikenal sejak sebelum Belanda masuk ke Indonesia. Sedang Menurut Marcel Bonneff, Komik pertama dalam khazanah sastra Indonesia yaitu komik ‘Mencari Putri Hijau’ karya Naroen AS Roma yang telah dimuat pada majalah Ratoe Timoer tahun 1939.

Hampir bersamaan atau mengikuti ketenaran komik-komik seperti Flash Gordon, Mandrake, Supermen, Batman dan lain sebagainya, pada 1950-an muncul komik-komik Indonesia seperti Sari Asih, Ganesha Bangun, Ramayana dan Mahabharata karya R.A.Kosasih dan Nina Putri Rimba Karya Jhon Lo. Dan pembuatan komikpun bermunculan seperti Taguan Hardjo, Tjip Tupai, Jan Mintaraga, Teguh Santosa, Ganesh, dan banyak yang lain. 

Seiring berevolusi dan majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, komik berkembang secara signifikan. Berbagai ilustrasi kartun, karakter unik, tema dan topik yang modern telah menjadikannya komik saat ini berkembang pesat. Tidak hanya dalam bentuk cerita bergambar dicetak dalam bentuk teks dan buku, namun tidak sedikit komik-komik modern diangkat menjadi anime dan difilmkan.


By Rino Pratama Hadi 


Sumber referensi: 
Wikkipedia
Buku Komik Karung Mutiara Al Ghazali karya Jitet Koestana dan Hermawan
ww6.readdrstone.com


Comments

Popular posts from this blog

Mr. Caffein

Kratom (Purik) Mitragyna speciosa

BUNGUR