Komunikasi Cahaya


(Sumber gambar Ikan Anglerfish pada www.museumsvictoria.com)


Manusia telah memanfaatkan penggunaan zat-zat bercahaya sejak tahun 1600-San. Adapun alam melalui berbagai peristiwa alamiah telah menampilkan pertunjukkan warna yang spektakuler sejak ratusan juta tahun silam. Layaknya keajaiban, mulai dari dasar laut, puncak gunung maupun aurora langit telah dapat kita lihat bersama keindahan tiada tara tentang permainan warna alam yang fenomenal.

Hewan dan tumbuhan juga memberikan warna di berbagai keadaan di alam. Mekanisme Bioluminensensi merupakan cara hewan mengekspresikan tubuh karena pengaruh suhu, berburu, musim kawin, pertahanan dan gangguan ekstrim di Lingkungan. Hewan bioluminensensi menghasilkan zat kimia khusus berupa enzim maupun protein yang bereaksi dalam tubuh sehingga mengalami kesan tubuh bercahaya, berkilau, dan atau berpendar.

Hewan mengalami Bioluminensensi pada musim tertentu dan tujuan tertentu. Plankton Noctiluca scintillans mampu mengalami bioluminensensi untuk pertahanan diri dilautan dalam, adapun protein auqori pada ubur-ubur Aequorea victoria menghasilkan cairan bioluminensensi hijau biru saat bereaksi dengan kalsium tubuh.

'Komunikasi Cahaya' yang terjadi pada spesies kecil hingga berukuran besar memberikan pelajaran mengenai pola dan siklus keberlangsungan hidup suatu makhluk hidup. Kunang-kunang Potinus pyralis mampu melakukan komunikasi cahaya dan mengalami bioluminensensi yang berguna pada musim kawin. Adapun cacing betina Odontodyllis enopla mengeluarkan lendir berpendar untuk menarik si jantan agar mendekat pada proses fertilisasi eksternal. 

(Cacing Odontodyllis enopla pada www.sciencedirect.com)

Komunikasi cahaya pada spesies bioluminensensi memberikan rekam jejak sains yang menarik. Metode komunikasi ini memberikan pehamanan baru bahwa ada 'bahasa isyarat' lain yang tanpa suara digunakan sebagian kecil organisme untuk 'berbicara' dan ber 'kata-kata'. Bahasa warna melalui pola ritme, kedipan maupun unsur kimiawi yang terlibat pada tubuh hewan maupun tumbuhan memberikan ilmu baru tentang komunikasi dan interaksi antar makhluk hidup. 

Bagaimana bioluminensensi yang terjadi pada tumbuhan, apakah berfungsi sama sebagai mekanisme penyebaran benih atau kamuflase? Atau terjadi hanya pada waktu tertentu dan musim tertentu? 

By Rino Pratama Hadi

Artikel Unik lainnya:
www.museumsvictoria.com
www.sciencedirect.com

Comments

Popular posts from this blog

Mr. Caffein

Kratom (Purik) Mitragyna speciosa

BUNGUR