Bagheera kiplingi
![]() |
| (Sumber gambar: www.uk.inaturalist.org) |
Laba-Laba umumnya masuk ke kategori hewan karnivora, kanibal dan sebagian pernah ditemukan memakan jenis larva dan daun sehingga banyak dijadikan objek penelitian di laboratorium. Beberapa potensi unik laba-laba pada substansi penyusun benang maupun racun yang dihasilkan, menjadikannya ditelusuri secara ilmiah untuk keperluan studi arsitek dan telaah farmakologi.
Penelitian mengenai benang sutra laba-laba diharapkan mampu memberikan konstribusi positif pada kemajuan berbagai bidang industri. Uji coba skala laboratorium seperti penyemprotan bahan karbon cair dan pemberian pakan tertentu, diketahui mampu mempengaruhi kualitas dari benang yang dihasilkan pada laba-laba uji.
Eksperimen yang dilakukan University of Trento Italia menyemprotkan laba-laba dengan campuran air dan jenis karbon nanotube dan lempeng graphene membuahkan hasil yang memuaskan. Hasil penelitian menunjukkan spesies Pholcidae yang di uji memiliki serat benang yang lebih baik dibandingkan dengan benang yang dihasilkan Pholcidae normal. Bahkan benang yang dihasilkan lebih bagus daripada benang Kevlar (benang yang digunakan bahan baku pakaian anti peluru).
Adapun studi ilmiah lain dengan pemberian pakan yang mengandung senyawa kimia tertentu mampu mempengaruhi fisiologis dan morfologi laba-laba yang diuji. Laba-laba yang diperlakukan khusus dengan pemberian makanan mengandung zat kimia kafein, marijuana, Benzedrine dan Kloral Hidrat diketahui menghasilkan untaian benang sutra yang tidak simetris dan tidak beraturan.
![]() |
| (www.miragenews.com) |
Pembentukan jaring laba-laba sangat dipengaruhi pola Diit dan sumber nutrisi yang terkandung pada jenis makanan yang dikonsumsi laba-laba untuk berkembang. Proses metabolisme tubuh untuk mencerna makanan jenis jangkrik, semut, larva maupun bangkai kupu-kupu melibatkan proses pencernaan yang panjang dengan hasil metabolit primer yang berbeda. Dan umumnya, ini juga akan berpengaruh terhadap sutra dan benang yang dihasilkannya.
Spesies laba-laba pelompat Bagheera kiplingi menurut seorang entomologi dari Amerika Tengah, diketahui memiliki pola makan yang aneh dan sebagian besar adalah herbivora (pemakan tumbuhan). Bagheera kiplingi ini banyak ditemukan di pepohonan akasia dengan memotong dan memakan ujung daun, larva dan nektar untuk hidup.
Nah, Bagaimana substansi penyusun benang laba-laba herbivora (pemakan tumbuhan), apakah memiliki pola yang sama dengan kualitas jaring laba-laba karnivora, atau lebih bagus karena tumbuhan adalah substrat yang mudah dicerna?
Bersambung kalau ada waktu...
By Rino Pratama Hadi
Referensi dan artikel unik lainnya!
https://nationalgeographic.grid.id/read/13298871/serat-benang-laba-laba-sekuat-bahan-rompi-antipeluruh
ttps://www.tempo.co/sains/penelitian-baru-ungkap-protein-penyebab-kuatnya-jaring-laba-laba-722859
https://www.miragenews.com/nasas-experiment-with-spiders-mind-altering-996703/
.jpeg)
.png)
Comments
Post a Comment