Evolusi Tumbuhan


(Dokumentasi by Rino Pratama Hadi)

Daerah tropis dengan masifnya iklim membuka potensi evolusi tumbuhan dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Tumbuhan berevolusi sehingga memiliki kemampuan bersimbiosis ke objek lain dalam menghadapi tekanan dan perubahan lingkungan di berbagai zona, fase dan zaman. Adaptasi berupa adanya perubahan potensi fisiologi dan marfologi organ tubuh, sehingga menjadikan tiap spesies memiliki karakter unik pada masing-masing iklim maupun landscape yang berbeda.

Pada bidang evolusi dibahas beberapa teori terkait asal usul dan nenek moyang tumbuhan. Ilmuwan berpendapat tumbuhan sejati (Angiospermae dan Gymnospermae) seperti saat ini bersumber dari pembentukan alga air primitif yang mereduksi membentuk lumut. Lingkungan ekstrim ini memaksa lumut beradaptasi dengan mereduksi bagian tubuh menjadi akar primitif dalam upaya mendukung hidupnya di lingkungan tanah dan daratan (ketersediaan unsur hara di daratan dan tidak lagi seratus persen bergantung air seperti nenek moyang pertama alga).

Singkat cerita, terbentuknya Golongan lumut primitif yang tidak berpembuluh ini sudah dilengkapi organ reproduksi dan masih memiliki sifat waris alga air walaupun tidak seluruhnya. Bias dari evolusi ekstrim di lingkungan menjadikan lumut berevolusi bertingkat menjadi lumut hati, lumut daun dan lumut tanduk. Ketiga tipe lumut inilah yang nantinya menjadi tumbuhan modern (sejati) sampai ke tingkatan Gymnospermae dan Angiospermae saat ini.

Tumbuhan anggrek adalah salah satu contoh tumbuhan hias yang secara taksonomi mungkin saja berkerabat dekat dengan benalu atau sisik naga (golongan Pyrrosia). Tumbuhan Anggrek di dunia sejauh ini telah teridentifikasi sekitar 750 famili, 43.000 spesies, dan 35.000 varietas hibrida (Hasil Kawin Silang). Adapun Indonesia sekurangnya memiliki 5.000 spesies. Dari jumlah itu, 986 spesies tersebar di hutan-hutan di Pulau Jawa, 971 spesies di Pulau Sumatra, 113 spesies tumbuh di Kepulauan Maluku, dan sisanya bisa ditemukan di Sulawesi, Irian Jaya, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

Berbagai tumbuhan memiliki evolusi tersendiri dan menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Lebih-lebih negara tropis indonesia dengan megadiversity dan keanekaragaman hayati tinggi, oleh karena itu rantai dan filogeni terbentuk pasti akan akan sangat panjang jika ditelusuri secara dalam.

By : Rino Pratama Hadi

Comments

Popular posts from this blog

Mr. Caffein

Kratom (Purik) Mitragyna speciosa

BUNGUR