Memanfaatkan Limbah Cair Karet Untuk Kultur Mikroalga
Industri karet seringkali menimbulkan permasalahan lingkungan. Produk sampingan industri karet menghasilkan limbah cair dengan komposisi kimia yang berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan nutrien/nutrisi untuk tumbuh mikroalga kultur. Darussamin dkk (1989) dalam Panji dan Siswanto (2007) menyatakan bahwa limbah cair karet memiliki nilai COD (Chemical Oxygen Demand) berkisar 25.000-100.000 ppm, BOD (Biochemical Oxygan Demand) sebesar 6.900-7.500 ppm dan kandungan nitrogen total lebih dari 4.000 ppm. Hasil penelitian dari Dedi dkk (2010) menunjukkan bahwa mikroalga Chlorella sp. yang dibudidaya pada media limbah cair karet dengan konsentrasi 15% dapat tumbuh dan menghasilkan biomassa maupun kepadatan sel tertinggi sebesar 37,256 x 105 sel/ml.
Mengingat pentingnya peran dan manfaat dari N. oculata saat ini sebagai sumber makanan tambahan dibidang Budidaya perikanan, bahan pengganti solar (lipid >68%) dan sumber nutrisi Eicosapentaenoic Acid (EPA) (30,5%), Omega 3 HUFAs sebesar 42,7 %, dan kandungan protein sebesar 52,11% (Fulks dan Main, 1991; Kawaroe, 2008; Fachrullah, 2011), maka dari itu diperlukannya informasi ilmiah mengenai kultur N. oculata yang baik dan tepat untuk mendapatkan kandungan protein tinggi dan potensial untuk dikembangkan.
Penelitian dilakukan pada bulan Nopember hingga Desember 2013. Media kultur yang digunakan berupa limbah cair karet pada lkonsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40%. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa prosentasi kandungan protein mikroalga N. oculata tertinggi diperoleh pada media kultur 40% sebesar 30,17% protein. Laju pertumbuhan mikroalga N. oculata tertinggi diperoleh pada media kultur 20% dengan rerata kepadatan sel sebesar 56.486,83 x 106 sel/ml.
Sumber :
https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jprb/article/view/9660
Dedi, F., Hendra, H., Maliana, Y., Ningsih, RL., & Hadi, RP., 2010, Pemanfaatan Limbah Cair Karet sebagai Media Alternatif Budidaya Chlorella sp., Ilmiah Mahasiswa Universitas Tanjungpura vol.1, no.1
Fachrullah, M.R., 2011, Laju Pertumbuhan Mikroalga Penghasil Biofuel Jenis Chlorella sp. dan Nannochloropsis sp. yang Dikultivasi Menggunakan Air Limbah Hasil Penambangan Timah di Pulau Bangka, Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor
Fulks, W., & Main, K.I., 1991, Rotifer & Microalgae Culture Systems. Proceeding of U.S. Asia Workshop, The Oceanic Institute, Honolulu, Hawai
Kawaroe, M., 2008, Mikroalga Sebagai Bahan Baku Biofuel. Surfactant dan Bioenergy Research Centre, Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor. Bogor
Panji, T, S., & Siswanto, 2007, Pemanfaatan Limbah Lateks Pekat untuk Produksi Biogas dan Bioindustri Menuju Produksi Bersih, Laporan Kemajuan Penelitian Proyek Riset Insentif Terapan, Bogor, Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia
By Rino Pratama Hadi

Comments
Post a Comment