Great Crested Grebe



Burung-burung indah ini sedang dalam kesibukan di penghunjung senja pada hari itu. Membangun sarang yang terbuat dari remahan basah ‘smartweed’ yang secara ajaib mampu menopang tubuhnya.

Puluhan kelopak bunga berwarna merah muda, terlihat menjulang dari permukaan air yang tenang. Melengkapi pemandangan indah bagi si burung yang di panggil akrab sebagai Podiceps (Great Crested Grebe / Podiceps cristatus) saat membangun tempat huniannya. 

Burung Grebe memiliki bentuk mata yang mencolok berwarna merah, bulu tubuh berwarna hitam di bagian kepala sampai dada, dan ada sebagian berwarna cokelat, kuning dan putih pada bagian perut sampai belakang. Panjang tubuhnya mampu mencapai antara 46–51 cm dengan rentang sayap 59–73 cm dan berat tubuh 0,9 kg hingga 1,5 kg. 

Grebe Jambul atau lazim dikenal sebagai burung grebes adalah jenis aves yang hidup di tepian sungai air tawar dan danau. Tersebar luas diseluruh Eropa dan Timur melintasi Palearktik. Wilayah afrika tersebar sub spesies P. c. infuscatus, sedangkan di wilayah australia terdiri dari subspesies P. c. australis. 

Ada beberapa hal yang menarik dari studi ekologi burung ini: 

Burung grebe jambul besar memiliki pertunjukan perkawinan yang rumit. Seperti semua burung grebe, ia bersarang di tepi air, karena kakinya terletak relatif jauh ke belakang sehingga ia tidak dapat berjalan dengan baik. 

Dalam satu sarang yang berisi dua atau lebih anak burung, burung grebe jantan dan betina masing-masing akan mengidentifikasi 'anak favorit' mereka, yang hanya akan mereka rawat dan ajari.

Anak burung grebe mampu berenang dan menyelam hampir sejak menetas. Burung dewasa mengajarkan keterampilan ini kepada anak-anaknya dengan menggendong mereka di punggung dan menyelam, membiarkan anak-anak burung mengapung di permukaan; kemudian mereka muncul kembali beberapa meter jauhnya sehingga anak-anak burung dapat berenang kembali ke arah mereka. Mengejar induknya. 

Keberagaman tingkah pola dan studi ekologi pada pelbagai jenis hewan sangat menarik untuk dijadikan sebagai bahan renungan mendalam. Menelusuri pada tiap-tiap detil ciptaan, menulusuri ilmu-ilmu yang tersebar dan tersembunyi.

Beberapa studi ekologi seperti tata cara memberi makan dari mulut induk burung ke mulut anaknya yang menganga, ataupun membangun desain sarang yang berpintu dua pada spesies Penduline tit (Remizidae) di Eurasia, Afrika, dan sebagian Amerika Utara, menjadikan belajar akan alam tidak melulu melihat keindahan warna dan bentuk yang tampak. Namun lebih dari itu semua. 


By Rino Pratama Hadi


Sumber rujukan:

www.thainationalparks.com

Foto dan Video by Instagram @reza.nazemi.photography

Comments

Popular posts from this blog

MIMIKRI

CROWN SHYNEES

Mr. Caffein